Pages

  • HOME
  • ABOUT

WORLD OF NADA

Source: Nabtan Hira

Yuhuuu.. Apa kabar dunia? Gila, lama banget ya gue nggak posting. Nggak posting = nggak jalan-jalan. Yak, karena kesibukan tugas akhir dan magang, tahun ini gue perginya nggak sesering beberapa tahun kemarin. Jadi ceritanya, dari awal tahun ini sampai sekarang gue masih berstatus anak magang di Astra Aviva Life Insurance, lama banget yaa. Ntar gue ceritakan di postingan tersendiri deh betapa bahagianya kehidupan gue di sini. Sekarang cerita jalan-jalannya dulu.

Tahun ini, kantor gue ngadain outing ke Jogja. Sounding-nya udah dari lama dan gue pengen banget ikut. Denger cerita outing sebelumnya makin bikin gue menantikan momen ini. Setelah melalui berbagai drama (lebay), akhirnya gue bisa ikut. Girang tak terkira! Gue nggak peduli mau ke mana sebenernya, tapi pergi bareng-barengnya itu lho sama orang-orang yang udah deket hampir 9 bulan ini.

Akhirnya, di hari Jumat, tanggal 16 September 2016 berangkatlah rombongan 400 orang ke Jogja naik kereta. Keberangkatan dibagi 2 kloter, jam 20.45 dan 22.00. Gue dapet yang jam 22.00. Berangkat bareng-bareng naik bus dari kantor, sekitar jam 19.30 kita udah nyampe di Stasiun Gambir. Yakk super kecepetan. Tapi gapapalah gue jadi bisa meng-explore Gambir.
Bulan Agustus kemarin gue juga baru aja ke Jogja untuk acara gereja (acaranya cuma di satu tempat makanya nggak gue ceritain) naik kereta, jadi udah bisa membayangkan lah keadaannya. Berdasarkan pengalaman, tidur gue pules banget. Eh, tapi hal itu nggak terjadi di perjalanan kali ini. Entah kenapa gue susah tidur. Sempet pules dikit, kebangun, abis itu tidur ayam nggak jelas. Ditambah, udaranya dingin banget dalem kereta, serasa masuk lemari es.

Sekitar pukul 06.30, sampailah kita di Stasiun Tugu, Jogjakarta, dan langsung masuk ke dalam bus menuju Hotel Alana, tempat kita semua menginap. Kawasan hotelnya luas banget dan terdiri dari beberapa bagian gitu. Kita dikumpulin di bagian lobi yang ada ballroom-nya. Di depan ballroom udah tersaji sarapan prasmanan. Tapi sebelum makan, orang-orang udah berburu toilet. Toilet di dua lantai mendadak penuh sama rombongan kita. Biasa lah cewek-cewek rempong seketika abis kucel nggak mandi seharian ada yang ganti baju, mandi tissue basah, cuci muka, touch up, dll. Begitu beres urusan kamar mandi, langsung deh gercep urusan perut. Sempet bingung dengan banyaknya menu yang ada namun mata udah fokus sama omelette yang antriannya paling panjang. Berhubung orang-orangnya pada bisa diajak kompromi dan bekerja sama, gue ambil nasi goreng buat ngganjel terus balik antrian.
Source:  Franky Langitan

Source: Franky Langitan


Source: Franky Langitan
Setelah perut aman, saatnya bonding time di ballroom. Ballroom-nya luaaas banget. Udah diisi orang segini banyak aja masih banyak space. Untuk ice breaking yang nyesuain tema outing tahun ini 'Together Nothing is Impossible', kita gandengan tangan dalam lingkaran besar terus gerak-gerak ikutin komando mas Yudi sebagai MC. Abis itu kita dibagi ke dalam kelompok. Cara bikin kelompoknya unik nih. Kita semua ngambil sedotan berisi kertas yang ada nomor dan tulisan penggalan lagu. Harusnya untuk nyari teman kelompok, kita humming lagu yang didapet. Tapi yang ada malah rame banget teriak-teriakan, haha.
Source: Nabtan Hira

Source: Nabtan Hira

Undian kelompok
Source: Franky Langitan

Ada tiga aktivitas yang kita lakuin hari itu dan bakal dilombain antar kelompok. Tugas pertama, bikin nama kelompok plus yel-yel nyanyian pake gerakan. Duh, kelompok gue isinya orang-orang gila. Cocok deh jadinya, pas. Kedua, games yang cukup menantang: estafet kelereng pake pipa. Susah ciyn atur posisi duduk dan pipanya. Terakhir, yang paling tidak gue sangka. Kita diminta bikin baju dari bahan-bahan yang disediain panitia terus ditampilin fashion show ala-ala. Sumpah, ini seru banget. Mendadak semua orang jadi kreatif dan model-model fashion shownya pada nggak tau malu. Everybody is having fun. Gue sangat enjoy dengan bonding activity-nya secara keseluruhan yang super menyenangkan dan jadi bisa kenal orang-orang baru.
Source: Franky Langitan

Source: Franky Langitan

Kelompok 8 - Kopi Joss

Source: Franky Langitan

Source: Nabtan Hira

Tak terasa, tiba-tiba udah jam makan siang aja. Selagi makan, udah ditempelin pengumuman pembagian kamar di tembok dan kita dibagiin jersey seragam outing untuk dipakai besoknya. Setelah makan ada free time sampai jam 4 kita berangkat lagi ke Prambanan untuk Gala Dinner. Tadinya pengen pergi keluar, tapi mendadak mager dan baru dapet kamar jam 14.30. Yasalam, gue kan mau mandi, siap-siap, dandan, dan sebagainya. Maklum, mau tampil di panggung biar cetar gitu kan.

Lalu berangkatlah kita menuju Prambanan. Sesampainya di sana kita foto-foto dulu sebelum mulai acara. Wiii, suka banget sama venue-nya! Kita punya panggung sendiri dan round table. Acara dibuka dengan sambutan Pak Auddie Wiranata selaku CEO PT. Astra Aviva Life. Sayangnya, hujan turun di tengah-tengah sambutan. Sama sekali nggak deres tapi awet banget jadi rada gengges.


Tim celana Jasmine


Sebagai pengisi acara pembuka, karyawan-karyawan sendiri dikerahkan dong. Penampilan pertama gabungan lantai 1 dan 11. Mereka nyanyi lanjut flashmob. Dilanjutkan penampilan gabungan lantai 9 dan 10. Gue yang heboh dari awal udah excited banget nungguin momen ini. Kita nampilin medley tarian tradisional. Nggak nyangka bisa terkumpul 30 orang dan semuanya super semangat dan niat nyiapin penampilan ini, mulai dari latihan, beli kostum, dan persiapan-persiapan lainnya. Super happy :D



Performance team Lantai 9 & 10


Berhubung perut udah keroncongan, saatnya makan malam prasmanan. Makan malamnya spesial banget nih karena kita bisa sambil nonton Ramayana Ballet yang tampil khusus buat kita. Wow, berasa VIP. Tapi agak sayang jadinya mereka kurang diperhatiin karena pada sambil makan.
Pengisi acara berikutnya Pecas Ndahe, grup band humor dari Solo. Menghibur banget sih mereka, udah nyanyi apa tiba-tiba lanjutannya apa. Walau kadang gue roaming kalau mereka udah ngebanyol pake bahasa Jawa (padahal gue orang Jawa, gimana sih). Kali ini orang-orang udah pada konsen merhatiin mereka jadi pada ketawa.
Ramayana Ballet
Source: Nabtan Hira

Pecas Ndahe
Source: Nabtan Hira

Untuk menutup acara, kita semua kumpul di depan panggung sambil joged gerakan flashmob lantai 1 dan 11 tadi pakai lagu 'Better When I'm Dancing'-nya Meghan Trainor. Ini mah momen gue banget. Karena masih hujan, pada pake jas hujan hijau yang dibagiin, serasa lagi di WTF (We The Fest)-lah, padahal gue belum pernah ke WTF. Gue bahagia banget malam Minggu nggak garing bisa seneng-seneng bareng sama orang-orang ini, and I think everybody's having a good time that night :).



Source: Nabtan Hira

Source: Nabtan Hira

Keesokan harinya, kita jalan-jalan yang dibagi ke tiga pilihan trip: Kultrip (Keraton dan Taman Sari), Tripnique (De Mata Trick Eye Museun dan Batik Workshop), dan AADC (Candi Ratu Boko dan Via Via Bakery) yang semua berakhir di Malioboro sebelum akhirnya pulang yang dibagi ke 6 penerbangan.

Sebenernya gue daftar Tripnique, entah kenapa sama panitia ditulisnya Kultrip dan nggak bisa diganti. Ya sudahlah tak apa. Seperti yang udah disebutin, gue mengunjungi Keraton dan Taman Sari. Abis itu kita makan siang di restoran Sasono Ondrowino. Karena males lama nunggu shuttle dari Taman Sari ke resto, gue berdua temen milih untuk naik becak. Eh, sama tukang becaknya dilewatin ke toko bakpia. Kebetulan banget karena abis itu sepertinya nggak sempet beli.

Bersama Actuary Team yang tidak lengkap



Gue kebagian flight jam 16.20. Setelah makan siang, gue ketemu sama temen gue, Dyas, yang kebetulan lagi ngekos di sana. Karena sisa waktu gue sangat terbatas (jam 13.30 bus-nya berangkat), jadi kita cari tempat nongkrong yang deket situ aja. Kita berakhir minum teh tarik di Indische Koffee Benteng Vredeburg.
With Dyas

Akhirnya udah harus pulang deh. Sebenernya gue berharap dapet flight malem biar agak lamaan dikit muter-muternya. Tapi nggak apa-apa, udah bersyukur dan bahagia banget bisa ikutan outing ini. Kalo biasanya tiap pergi gue lebih mikirin destinasi, sekarang lebih cari momen kebersamaannya sama orang-orang ini. And yes, I was having a really great time.

Thank you, LifeLovers family! Semoga bisa nambah pengalaman menyenangkan lagi bersama kalian :)


Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Seketemunya gw dengan Ayu, gw nemenin dia pilih-pilih barang di Mirota. Setelah itu kita ke Alun-alun Utara deket penginapan buat cari wedang ronde. Dipikir bakal rame gitu taunya kok sepi, jadi kita malah jalan keliling satu putaran alun-alun. Ngelewatin keraton, ternyata lagi ada pertunjukan tarian. Nggak tau jalan masuknya dari mana, gw cuma ngepoin dari balik pager.


As I met Ayu again, I accompanied her choosing things to buy at Mirota. After that, we went to Alun-alun Utara which is near our guest house to find wedang ronde (a ginger soup with peanut balls). I thought it was going to be crowded but it wasn't so we ended up walking around. Passing the palace, there was a dance performance.



Di penginapan kita sempetin dulu untuk photoshoot. Tamu bisa pinjem baju dan foto di berbagai sudut. Penginapan ngasih fasilitas ini secara cuma-cuma. Lumayan banget latarnya juga mendukung.

At the guesthouse, we did a photoshoot. Here, the guests can borrow clothes and take pictures around the corner. The guesthouse provides this facility for free.


Puas foto-foto, kita cari becak dan minta supirnya untuk dianter ke tempat makan terdekat yang nyediain bakmi Jawa. Kita udah nggak peduli penjualnya yang penting makan bakmi Jawa karena belum kesampean. Begitu tiba dan makan, puasnya minta ampun, untung enak. Gw sukanya mie godok nyemek yang kuahnya sedikit.

Done with photoshoot, we looked for becak and asked the driver to take us to close eating places that provide bakmi Jawa (Javanese noodle). We didn't care for any particular seller since we were already craving for it.


Lalu, petualangan malam pun dimulai! Puas makan kita menuju Alun-alun Kidul, di sini jauh lebih rame dibanding Alun-alun Utara. Banyak pilihan makanan walau kebanyakan bakmi Jawa dan wedang ronde. Yang bikin rame tentunya sepeda mobil warna-warni yang hits itu. Selain itu ada pohon beringin yang bikin orang-orang penasaran. Berdasarkan pengalaman, orang yang ditutup matanya nggak pernah bisa berhasil jalan lurus melewati pohon ini walau badannya udah diarahin.

And let the night adventure begins! After filling our stomach, we were heading to Alun-alun Kidul. Here is more crowded than Alun-alun Utara. There are many choices of food although it's mainly bakmi Jawa and wedang ronde. One that makes it crowded is the popular neon car bike. Besides, there is also a legendary banyan tree. Based on experiences, a person could never walk straight passing the trees with their eyes blindfolded although their body was directed.




Tugu Jogjakarta

Sepanjang Jalan Margo Utomo juga menarik untuk dilalui dengan jalan kaki. Sebenernya kita udah kepo sama satu angkringan yang selalu rame tiap kita lewat sini, namanya Angkringan Garing Petruk. Ampun, display makanannya menarik banget serasa mau dicoba semua. Ada nasi kucing yang buanyak banget macemnya dan segala lauk ada. Sangat menggugah selera. Sayangnya, gw udah kenyang jadi cuma nyobain beberapa sate lauknya. Minuman yang harus dicoba susu jahenya. Mereka mengklaim pake susu sapi segar dan gw sampe terdiam ngeliatin itu susu diambil dari panci yang masih panas sampe asapnya ngepul. Masalah rasa, okelah rasa sate-satenya. Susu jahenya juga super enak. Komposisi susu dan jahenya pas, rasa jahenya nggak terlalu strong.


Margo Utomo street is also interesting to be explored on foot. Me and Ayu were already curious with one particular angkringan (small food stall located on the side of the road) that is always crowded every time we passed. It's called Angkringan Garing Petruk. The food display is to-die-for, you almost want to try them all! There are many kinds of nasi kucing (rice in small portion) and its side dishes. Very tempting. However, I felt very full so I just tried some of the side dishes. The must-try drink is the ginger milk. They claim to use fresh milk. I was speechless looking the milk taken from the smoky hot pot. The side dishes taste okay. The milk taste so good! The composition of the milk and ginger is just right, the ginger taste is not overpowering.

The 101 Hotel, loving the look








Susu Jahe / Ginger Milk

Beralih dari situ, kita jalan terus lagi ke Malioboro. Kali ini benar-benar merasakan Malioboro yang sesungguhnya. Keramaian, lampu-lampu, andong yang berlalu-lalang, semuanya terasa lebih 'hidup' di waktu malam walau jalanan ini sendiri nggak pernah sepi. Dan gw baru tau di sini ternyata juga ada street performance yang cukup menghibur.

After that we walked to Malioboro street. This time we really feel the real Malioboro. The crowd, lights, andong (horse ride) passing, everything seems to be more alive at night although the street itself is never quiet. I just knew that there are also some street  performances here.











Jalan terus lagi ke Jl. KH Ahmad Dahlan bisa duduk istirahat sekaligus nongkrong gratis. Sekedar menikmati suasana keramaian malam udah jadi hiburan tersendiri. Mana ada waria ngamen yang super kocak (bukan yang ngeselin) makin bikin terhibur.

Walking further to KH Ahmad Dahlan street we could sit and  rest. Being with the crowd and watching people was enough. There were some drag queens which I think could really entertain us.



Love locks



Malam yang berkesan ini menjadi penutup rangkaian liburan singkat gw di Jogja. Terima kasih Ayu udah jadi partner jalan-jalan kali ini, lumayan banget ya melepas kepenatan di tengah hecticnya kuliah. Looking forward to another trip!

That lively night ended my long weekend trip in Jogja. Thank you Ayu for being my travel partner this time during our hectic college life. Looking forward to another trip!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About

About
Big chunks of travel stories and sprinkles of everything else.

Destinations

  • Andorra
  • Asia
  • Bali
  • Bandung
  • Czech Republic
  • Europe
  • France
  • Germany
  • Hong Kong
  • Indonesia
  • Italy
  • Macau
  • Malaysia
  • Manado
  • Netherlands
  • North Korea
  • Portugal
  • Singapore
  • South Korea
  • Spain
  • Switzerland
  • United Kingdom
  • Yogyakarta

Archive

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  December (1)
      • 2019: The 'See You's and 'Hello's
  • ►  2017 (16)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  June (5)
    • ►  May (4)
    • ►  March (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (5)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (140)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (12)
    • ►  September (10)
    • ►  August (5)
    • ►  July (13)
    • ►  June (3)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (5)
    • ►  February (81)
Powered by Blogger.

Top Reads

  • 2017 Year-End Note: A Story of Gratitude and Other Life Lessons
    These past two years have been the greatest years I've ever had. I had been wanting to write this last year, but I just got the chan...
  • Japan Winter Trip, Day 1 (Jan 19, 2017) - Tokyo
    Japan has been on the top of my travel destinations bucket list. I don't know why, but everything about Japan is very appealing to...
  • Japan Winter Trip, Day 8 (Jan 26, 2017) - Universal Studios, Osaka
    So here comes the very last day of the whole trip. I felt a bit sad but more excited because we were going to Universal Studios Osaka! My...
  • Japan Winter Trip, Day 2 (Jan 20, 2017) - Tokyo Disney Sea
    Going to Disney amusement park is the day I've been waiting the most. I've experienced Hong Kong Disneyland twice and wonder how ...
  • Japan Winter Trip, Day 5 (Jan 23, 2017) - Tokyo Disneyland
    Last day in Tokyo, I spent it at the known as happiest place on earth, Disneyland. Based on my experience going to Disney Sea, I made a h...

Instagram

Created With By ThemeXpose & Blogger Templates